|
Friday, 05 December 2003 |
|

5 Desember 2003 jam 22.30 Jakarta baru saja habis diguyur hujan, ketika kami sampai ditempat ngumpul di daerah Radio Dalam, disana sudah hadir satu Defender yang belangkangan saya kenal pemiliknya bernama Arif. Perjalanan kali ini saya diajak teman, katanya tujuannya adalah Halimun, saya semangat ikut kaena hitung-hitung buat survay rencana tahun baru HC. Tapi begitu sampai ditempat ngumpul, ternyata saya dikerjain tujuan bukan ke Halimun tapi touring offroad ke Banten. Sial kataku alamat perjalanan bakal kagak asyik, soalnya perlengkapan yang saya bawa adalah untuk medan gunung tidak satupun untuk medan pantai. Tapi...ya...sudahlah...enjoy..aja... Jam 23.00 Setelah semuanya kumpul dan ternyata semua ada 6 mobil, satu mobil diisi dua orang, mulailah perjalanan menuju Banten, karena kantuk yang tak tertahan mungkin ini diakibatkan oleh obat-obat yang dikasih dokter kemaren pas saya lagi sakit masih bekerja, hingga tak terasa saya tertidur. Saat saya terbangun mobil kami sudah berada didalam kota Serang. Sejenak kami berhenti untuk sekedar mengisi perut dan beristirahat, GPS menunjukan posisi S 06° 02’ 004” dan E 106° 04’ 876”. Kota Serang diam tenang diselimuti malam yang basah. |
|
Last Updated ( Saturday, 04 February 2006 )
|
|
Read more...
|
|
|
Halimun menggantung di puncak Gn. Cikuray |
|
Contributed by harley B. Sastha
|
|
Monday, 22 December 2003 |
|
22 Desember 2003 - Setelah 2 minggu tertunda akhirnya tanggal 22 Desember 2003 pukul 02.15 WIB dini hari kami (Harley & Henry) sebagai tim Napak Tilas dan kebetulan kami sama-sama berinisial H jadi deh 2H bertemu di terminal Kampung Rambutan. Dengan masing-masing membawa Carier berkpasitas tidak lebih dari 50 liter, ini sesuai kesepakatan Karena kita merencanakan pendakian napak tilas ini dengan system Utra Light. Tetapi walaupun hanya berkapasitas kecil tetap tidak menyalahi standart pendakian, karena baik dari sleeping bag sampai tenda sangat ringan bahkan tenda termasuk standart untuk gunung bersalju.
Setelah menunggu dan berembug sesaat karena bis yang menuju Garut ternyata baru ada pukul 05.30 WIB pagi maka kami memutuskan untuk naik bis Jurusan Banjar yang otomatis kami akan turun di pertigaan Nagrek. Tepat pukul 02.30 WIB dini hari bis yang kami tumpangi berangkat. Karena kami juga sudah sama-sama lelah dan memang kesempatan kami hanya bisa tidur di bis supaya pagi hari menjelang pendakian kita bisa segar dan tidak ngantuk. |
|
Last Updated ( Monday, 04 September 2006 )
|
|
Read more...
|
|
|
Contributed by hendri agustin
|
|
Tuesday, 10 February 2004 |
|
Suasana basah masih menyelimuti Cemoro Sewu tak kala kami sampai di sana, namun suasana segera dihangatkan oleh suara musik berirama gending jawa yang melantun dari pentas yang tidak jauh dari warung tempat kami berkumpul seakan menyambut kedatangan para pendaki dan penziarah yang akan merayakan 1 Suro di Gunung Lawu ini. Rombongan kami dari milis highcamp berjumlah 18 orang berencana akan mendaki gunung ini dan juga sembari melihat perayaan Satu Suro yang selalu dirayakan oleh masyarakat Jawa setiap tahunnya. Gunung Lawu yang terletak diperbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur mempunyai dua titik pendakian yang paling sering dipakai, yaitu dari Cemoro Kandang yang terletak di Jawa Tengah dan Cemoro Sewu yang terletak di Jawa Timur. Untuk pendakian satu suro ini banyak pendaki maupun penziarah memilih mendaki lewat Cemoro Sewu karena lebih dekat dan jalurnya treknya bagus. Tempat lain yang menjadi ajang perayaan satu suro dijawa tengah adalah di Selo (kaki gunung Merapi) dan di Parang Tritis. |
|
Last Updated ( Wednesday, 20 September 2006 )
|
|
Read more...
|
|
|
<< Start < Previous 11 12 13 14 15 Next > End >>
|