Nama : Ripto mulyono Alamat : Kampung Lebaksari Rt. 6/2 no 84, Cijantung -13770, Jakarta timur Pekerjaan : Mountain Guide & Outbound Instructur Pendidikan : Sarjana Sastra, Fakultas Sastra Universitas Indonesia, 1992 Status : Kawin Agama : Islam Goldarah : O
Pendaki berpadan tegap ini memulai hoby mendaki gunungnya pada tahun 1979 saat itu dia mendaki gunung Merapi di Jawa tengah, meskipun tidak berhasil sampai puncak namun tidak menyurutkan keinginannya dan selulusnya dari SMA pada tahun 1984 dia semakin sering naik gunung terutama Gede Pangrango yang didakinya hampir lebih 50 kali seta gunung-gunung lainnya seperti Semeru, Cereme dan lainnya. Tahun 1986 terdaftar sebagai anggota Mapala UI, dan pada tahun 1988 menjadi ketua logistik pada Ekspedisi Lorentz Mapala UI ke Irian. Berikutnya tahun 1989 – 1990 dia menjabat dalam badan pengurus harian (BPH) Mapala UI sebagai ketua divisi Tebing dan Gunung dan pada tahun yang sama memimpin sebuah ekspedisi kecil pemajantan dan pendakian ke tebing Bebeng di Kali Urang, Tebing Parangdog di Parang Tritis serta pendakian gunung Merapi dan Sumbing. Pertama kali terjun ke dunia mountain guiding pada tahun 1992 dengan menjadi guide pendaki wanita pertama yang seven summit yaitu Junko Tabei dari Jepang. Dan pada pendakian ini untuk pertama kalinya dia melakukan hanging camp pada ketinggian 4800m dpl, hingga sekarang Ripto sudah mendakai puncak Carstensz Pyramid, Pegunungan Sudirman, Papua sebanyak 23 kali (Lebih dari 20 kali mencapai puncak Jaya). Berikut secara spesifiknya : Telah 11 kali melewati rute Ilaga – Carstensz Pulang pergi (Dengan membawa lebih dari 500 porter orang Dani selama ekspedisi tahun 1992-1999). Memandu lebih dari 200 orang ke puncak Carstensz Pyramid, antara lain: Rob Hall dan Colin Monteath (Adventure Consultan), Tood Burleson dan Peter Athans (AAI), Skip Horner, Junko Tabei (Seven Summiter wanita pertama dunia), Ramon Portilla (Seven summiter Spanyol pertama), Dolly Lafeyer, (Seven Summiter wanita USA), Carla Wheelock (Seven Summiter wanita latin pertama).
Memandu ekspedisi stasiun televisi: Indosiar (1999), Trans 7 (2005), Lativi (2005) dan SCTV (2006)
Rekor memandu 18 orang ke puncak Carstensz Pyramid dalam satu pendakian tahun 1999 (Rekor pertama).
Memandu program penelitian WWF Jayapura 1993 ke Puncak Jaya.
Dokumentasi pendakian TV “Ice Capped in The Junggle” bersama Aspire Film Australia 1993
Pendakian Di luar Carstensz Pyramid Mencapai puncak Aconcagua (6969 m) dan puncak Ameghino (6123 m), di pegunungan Andes, Argentina, 1993.
Mencapai puncak Paldor (5981 m) di Ganes Himal, 1997.
Puncak Island Peak (6200 m) sebanyak 2 kali di Everest Region (terhenti di geneva Spurs (7852 m) di Everest dalam Tim Indonesia Everest 1997.
Profesi Ripto saat ini selain mountain guide juga aktif sebagai freelance outbound instructor di berbagai perusahaan outbound. Menurutnya kegiatan alambebas bisa ditekuni sebagai gantungan hidup asal sungguh-sungguh dan tidak neko-neko meletakan standar hidup. Ketika ditanya harapan dia terhadap dunia petualangan saat ini adalah, dia ingin agar organisasi pendaki gunung di kampus-kampus agar aktif kembali dengan ekspedisi-ekpsedisinya tidak perlu harus ke Himalaya, masih banyak gunung-gunung di Indonesia untuk di explorasi , dari pada hanya nongkrong di secretariat lebih baik membuat kegiatan yang bisa lebih mengangkat nama organisasi dan kampusnya. Dia juga berharap pada pihak pemerintah agar lebih mendukung kegiatan alam bebas ini agar potensi daerah-daerah wisata alam bebas di Indonesia bisa lebih dimaksimalkan. Dan kepada penduduk setempat khususnya di Papua, hendaknya lebih kooperatif terhadap kegiatan pendakian di sana karena kegiatan ini bisa memberdayakan penduduk lokal. Ripto merindukan suasana seperti tahun 1990 dimana rute pendakian lewat Ilaga sangat aman tanpa gangguan. Bahkan menurutnya tempat paling favorite dia adalah rute pendakian ke Carstensz lewat Ilaga karena selama 6 hari perjalanan kita bisa menikmati danmelihat semua vegatasi yang dilewati baik itu vegetasi hutan tropis, hutan sub alpine dan alpine. Dan akhirnya ketika ditanya keinginan dia saat ini adalah mendaki Vinson masiff di Antartika.
Berdasarkan wawancara HC dengan Ripto Mulyono 21 Juni 2007 |